

Di kota kita sangat mudah mendapatkan berbagai pengajian, bahkan dengan akses internet kita dengan mudah belajar Islam dari berbagai kanal media.
Namun tidak begitu di pelosok sana, jangankan internet, akses jalan pun belum semua memadai untuk dijangkau.
Selama saya masuk Islam, baru kali ini saya belajar membaca al-Qur’an.
itulah yang diungkapkan oleh Siti Hajrah yang masuk Islam di tahun 2008 lalu.
Ia sangat bersyukur adanya ustadz Saddang Husain, dai yang berdakwah ke kampungnya di Dusun Durian Bela, Desa Limbong Wara, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara, untuk mengajar mereka tiap pekan.
Meski untuk sampai di kampung tersebut ustadz Saddang harus menempuh perjalanan sejauh 30 Km yang ditempuh selama 3 jam karena jalan yang sebagian besar masih dilapisi batu kerikil.
Masjid yang sebelumnya sepi pun menjadi ramai dengan berbagai kegiatan dakwah.
Mulai dari belajar mengaji untuk anak dan dewasa, belajar tahsin dan menghafal al-Qur’an.
Sahabat, ustadz Saddang adalah satu dari ribuan dari guru ngaji di pelosok negeri yang berjuang dalam keterbatasan dengan semangat demi menyebarkan dakwah Islam ini.
Mungkin kita tak bisa terjun langsung seperti mereka, namun kita bisa membersamai mereka dengan dukungan moral dan materil.
Raih pahala jariyah, bantu dakwah 445 dai dan guru ngaji di pelosok nusantara.
